Panyabungan, 12 April 2026 – Kenaikan harga plastik di Pasar Baru Panyabungan mendadak menjadi sorotan para pedagang. Tanpa peringatan yang jelas, harga plastik yang biasa digunakan untuk membungkus barang dagangan melonjak tajam, membuat banyak pedagang kewalahan menyesuaikan biaya operasional harian mereka.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada pedagang besar, tetapi juga pedagang kecil yang mengandalkan plastik sebagai kebutuhan utama. Mereka kini harus berpikir dua kali sebelum memberikan kantong tambahan kepada pembeli, karena setiap lembar plastik memiliki nilai yang semakin mahal.
Bu Sania, salah satu pedagang di pasar tersebut, mengungkapkan kegelisahannya. “Biasanya beli plastik itu masih terjangkau, sekarang naiknya terasa banget. Kalau terus begini, kami bisa rugi pelan-pelan,” ujarnya dengan nada khawatir.
Menurut Bu Sania, kenaikan ini juga memengaruhi hubungan dengan pembeli. “Kadang pembeli minta plastik lebih, tapi kami jadi serba salah. Mau kasih takut rugi, gak dikasih takut mereka kecewa,” tambahnya, menggambarkan dilema yang ia hadapi setiap hari.
Beberapa pedagang mulai mencari alternatif seperti menggunakan kertas atau meminta pembeli membawa tas sendiri. Namun, solusi ini belum sepenuhnya efektif karena kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada plastik sebagai kemasan praktis.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran yang lebih besar di kalangan pedagang. Jika harga plastik terus naik tanpa solusi, bukan tidak mungkin dampaknya akan merembet pada kenaikan harga barang dagangan, yang pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.









