Panyabungan 13 april 2026 – Kondisi Pasar Baru Panyabungan kini kian memperihatinkan. Deretan ruko yang dulunya diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi justru tampak sunyi dan banyak yang kosong. Aktivitas jual beli yang lesu membuat kawasan ini kehilangan daya tarik, bahkan pada jam-jam yang biasanya ramai.
Para penyewa mulai merasakan tekanan ekonomi yang semakin berat. Tingginya biaya sewa tidak sebanding dengan jumlah pembeli yang datang. Banyak pedagang mengaku pendapatan mereka terus menurun, hingga akhirnya tidak mampu lagi menutupi biaya operasional sehari-hari.
Salah satu penyewa, Ibu Dewi, mengungkapkan keluhannya dengan nada kecewa. “Setiap hari saya buka toko, tapi pembeli hampir tidak ada. Sementara sewa tetap mahal. Kami ini seperti dipaksa bertahan di kondisi yang merugikan,” ujarnya.
Tidak hanya soal sepinya pengunjung, para pedagang juga menyoroti kurangnya perhatian dari pihak pengelola pasar. Minimnya promosi dan tidak adanya upaya untuk menarik pengunjung membuat kondisi semakin memburuk. “Tidak ada event, tidak ada strategi. Kami dibiarkan berjuang sendiri,” tambah seorang penyewa lainnya.
Pengamat ekonomi lokal menilai kondisi ini sebagai tanda adanya kesalahan dalam perencanaan dan pengelolaan pasar. Pembangunan ruko yang tidak diimbangi dengan strategi pemasaran dan pengembangan kawasan membuat potensi ekonomi tidak berkembang sebagaimana mestinya.






