Selat Hormuz Memanas, Ketegangan Iran-AS Picu Ancaman Krisis Energi Global

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, 05 Mei 2026 – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian meningkat setelah negosiasi damai kedua negara mengalami kebuntuan, memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas jalur energi global di Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa prioritas utama Teheran saat ini adalah mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan. Namun, ia menilai pendekatan Washington justru memperumit situasi.

“Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang,” ujar Baghaei. “Pihak lain harus berkomitmen pada pendekatan yang beralasan dan meninggalkan tuntutan berlebihan mereka terkait Iran.”

Kebuntuan diplomatik terjadi sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu. Hingga kini, hanya satu putaran perundingan langsung yang digelar dengan mediasi Pakistan, namun gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Di tengah stagnasi tersebut, perhatian dunia tertuju pada Selat Hormuz yaitu jalur vital yang menjadi nadi distribusi minyak, gas, dan komoditas penting dunia. Langkah Iran membatasi akses di kawasan ini dinilai telah mengganggu rantai pasok global dan meningkatkan tekanan ekonomi internasional.

Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan menyatakan kesiapan untuk mengawal kapal-kapal keluar dari kawasan tersebut. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai pengamanan pelayaran memicu reaksi keras dari Teheran.

“Amerika seharusnya telah belajar bahwa mereka tidak dapat menggunakan bahasa ancaman dan kekerasan terhadap bangsa Iran,” tegas Baghaei.

Ia juga menegaskan bahwa Iran melihat dirinya sebagai penjaga Selat Hormuz dan menyebut jalur tersebut sebelumnya aman sebelum konflik meletus. Teheran bahkan meminta komunitas internasional untuk menuntut pertanggungjawaban Washington dan sekutunya atas meningkatnya ketidakamanan di kawasan strategis tersebut.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi di Selat Hormuz.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:15 WIB

Selat Hormuz Memanas, Ketegangan Iran-AS Picu Ancaman Krisis Energi Global

Berita Terbaru