Siabu, 2 Mei 2026 — Suasana tenang selepas Maghrib di Desa Lumban Pinasa mendadak berubah menjadi kepanikan setelah ledakan gas memicu kebakaran hebat yang melahap tiga rumah warga. Api dengan cepat membesar dan menjalar, meninggalkan kepulan asap serta kepedihan bagi keluarga yang terdampak.
Menurut keterangan warga, suara ledakan terdengar cukup keras sebelum api langsung membesar. Kondisi rumah yang sebagian besar berbahan papan membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat, sehingga penyebaran terjadi begitu cepat ke bangunan di sekitarnya.
Salah satu saksi, Rudi Hartono (38), menggambarkan detik-detik awal kejadian yang membuat warga tidak sempat bersiap. “Awalnya ada suara seperti ledakan, habis itu api langsung besar dan menjalar ke rumah sebelah,” ujarnya, menegaskan betapa cepat situasi berubah dari biasa menjadi darurat.
Hal serupa disampaikan oleh Nur Aini (41) yang turut berada di lokasi. Ia menyebut warga hanya bisa bertindak sebisanya di tengah kepanikan. “Api cepat sekali besar karena rumahnya dari papan. Kami hanya bisa bantu ambil air dan selamatkan barang seadanya,” katanya, menggambarkan usaha spontan warga untuk menyelamatkan apa yang masih tersisa.
Warga sekitar sempat berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Satu unit mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga rumah hangus tanpa sisa berarti. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi bahaya di rumah perlu terus dijaga, karena musibah bisa datang tanpa aba-aba. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang dialami warga.








