Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siabu, 2 Mei 2026 — Suasana tenang selepas Maghrib di Desa Lumban Pinasa mendadak berubah menjadi kepanikan setelah ledakan gas memicu kebakaran hebat yang melahap tiga rumah warga. Api dengan cepat membesar dan menjalar, meninggalkan kepulan asap serta kepedihan bagi keluarga yang terdampak.

Menurut keterangan warga, suara ledakan terdengar cukup keras sebelum api langsung membesar. Kondisi rumah yang sebagian besar berbahan papan membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat, sehingga penyebaran terjadi begitu cepat ke bangunan di sekitarnya.

Salah satu saksi, Rudi Hartono (38), menggambarkan detik-detik awal kejadian yang membuat warga tidak sempat bersiap. “Awalnya ada suara seperti ledakan, habis itu api langsung besar dan menjalar ke rumah sebelah,” ujarnya, menegaskan betapa cepat situasi berubah dari biasa menjadi darurat.

Baca Juga :  Sekolah Bukan Lagi Segalanya? Olimpora STAIN Madina Buktikan Pendidikan Butuh Aksi Nyata!

Hal serupa disampaikan oleh Nur Aini (41) yang turut berada di lokasi. Ia menyebut warga hanya bisa bertindak sebisanya di tengah kepanikan. “Api cepat sekali besar karena rumahnya dari papan. Kami hanya bisa bantu ambil air dan selamatkan barang seadanya,” katanya, menggambarkan usaha spontan warga untuk menyelamatkan apa yang masih tersisa.

Baca Juga :  Pelayanan Rumah Sakit di Mandailing Natal Dikeluhkan, Kondisi Gedung dan Fasilitas Jadi Sorotan

Warga sekitar sempat berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Satu unit mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga rumah hangus tanpa sisa berarti. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi bahaya di rumah perlu terus dijaga, karena musibah bisa datang tanpa aba-aba. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang dialami warga.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati
Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan
Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan
Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda
Pelayanan Rumah Sakit di Mandailing Natal Dikeluhkan, Kondisi Gedung dan Fasilitas Jadi Sorotan
Parkir Berbayar di Area Masjid Picu Dilema Sosial, Hasil Penelusuran Ungkap Tujuan Sebenarnya di Masjid Nur Ala Nur Panyabungan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:41 WIB

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:12 WIB

Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:49 WIB

Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:00 WIB

Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda

Berita Terbaru