Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panyabungan, 1 Mei 2026 – Aktivitas pasar yang padat seharusnya menjadi tanda hidupnya ekonomi masyarakat. Namun di Panyabungan, kondisi tersebut justru diiringi persoalan yang terus berulang: tumpukan sampah di kawasan pasar dan tepi jalan yang kian mencolok. Dalam beberapa waktu terakhir, warga menyoroti kondisi ini karena dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus mencerminkan lemahnya pengelolaan lingkungan.

Di kawasan pasar, volume sampah meningkat seiring tingginya aktivitas jual beli setiap hari. Sisa sayuran, plastik, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk di sejumlah titik. Tidak semua sampah langsung diangkut setelah aktivitas berakhir, sehingga menyisakan pemandangan yang kurang layak dan bau tidak sedap yang menyebar ke sekitar area.

Baca Juga :  Parkir Berbayar di Area Masjid Picu Dilema Sosial, Hasil Penelusuran Ungkap Tujuan Sebenarnya di Masjid Nur Ala Nur Panyabungan

Kondisi serupa juga terlihat di beberapa ruas jalan Panyabungan. Sampah berserakan di pinggir jalan dan memenuhi parit, menimbulkan potensi masalah yang lebih besar saat musim hujan tiba. Selain merusak estetika kota, tumpukan ini berisiko menyumbat aliran air dan menyebabkan genangan yang merugikan masyarakat sekitar.
Seorang warga, Rahmad Hidayat, menilai persoalan ini sudah cukup lama terjadi dan membutuhkan perhatian serius. “Sampah di pinggir jalan dan parit kadang dibiarkan menumpuk. Kalau hujan, bisa menyumbat air dan bikin kotor,” ujarnya. Ia berharap ada langkah nyata agar kondisi ini tidak terus berulang.

Hal senada disampaikan Siti Aminah, yang sehari-hari beraktivitas di kawasan pasar. Ia menekankan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh masyarakat. “Kalau di pasar, sampah sering tertinggal setelah jualan. Harusnya bisa lebih diperhatikan supaya tetap bersih,” katanya, mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Sekolah Bukan Lagi Segalanya? Olimpora STAIN Madina Buktikan Pendidikan Butuh Aksi Nyata!

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar soal teknis, tetapi juga soal kebiasaan dan kepedulian. Upaya penanganan yang konsisten, fasilitas yang memadai, serta kesadaran kolektif menjadi kunci perubahan. Dengan langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan saling mengingatkan, lingkungan yang bersih bukan hal yang sulit diwujudkan, melainkan tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari sekarang.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati
Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan
Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga
Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda
Pelayanan Rumah Sakit di Mandailing Natal Dikeluhkan, Kondisi Gedung dan Fasilitas Jadi Sorotan
Parkir Berbayar di Area Masjid Picu Dilema Sosial, Hasil Penelusuran Ungkap Tujuan Sebenarnya di Masjid Nur Ala Nur Panyabungan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:41 WIB

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:12 WIB

Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:49 WIB

Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:00 WIB

Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda

Berita Terbaru