Panyabungan 5 Mei 2026 — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal. Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp12.400 per liter, sementara Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, perubahan harga tersebut mulai memicu kekhawatiran warga karena dinilai berdampak pada kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan aktivitas masyarakat lebih ramai dibanding hari biasanya. Beberapa pengendara terlihat memilih mengisi BBM lebih awal karena khawatir harga kembali mengalami kenaikan. Kondisi ini juga ramai diperbincangkan warga di media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari. Banyak masyarakat mulai lebih memperhatikan pengeluaran bahan bakar di tengah kondisi ekonomi yang dianggap semakin menekan.
Dalam wawancara bersama pewawancara Nadia Hasibuan, warga bernama Andi Nasution (45) mengaku cukup terkejut dengan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, walaupun selisih kenaikannya tidak terlalu jauh, dampaknya tetap dirasakan masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja. “Sekarang semua kebutuhan terasa ikut naik. Jadi masyarakat pasti tetap memikirkan pengeluaran BBM,” ujarnya saat ditemui di salah satu SPBU di Mandailing Natal.
Hal serupa juga disampaikan Rina Lubis (21), seorang mahasiswa yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk berkuliah. Kepada pewawancara Nadia Hasibuan, ia mengatakan bahwa masyarakat kini mulai lebih sering memantau perkembangan harga BBM karena khawatir kondisi akan terus berubah. “Sekarang orang-orang jadi lebih waspada. Banyak yang takut harga naik lagi atau stok berkurang karena pembeli makin ramai,” katanya.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini terjadi pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari penyesuaian harga minyak dunia dan kebijakan perusahaan penyedia BBM. Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai berupaya lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dan mengatur pengeluaran harian agar kebutuhan lain tetap terpenuhi dengan baik.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap kebijakan terkait harga BBM dapat tetap mempertimbangkan keadaan ekonomi warga. Selain itu, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa penggunaan energi secara hemat dan bijaksana semakin penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.







