Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panyabungan 5 Mei 2026 — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal. Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp12.400 per liter, sementara Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, perubahan harga tersebut mulai memicu kekhawatiran warga karena dinilai berdampak pada kebutuhan sehari-hari.

Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan aktivitas masyarakat lebih ramai dibanding hari biasanya. Beberapa pengendara terlihat memilih mengisi BBM lebih awal karena khawatir harga kembali mengalami kenaikan. Kondisi ini juga ramai diperbincangkan warga di media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari. Banyak masyarakat mulai lebih memperhatikan pengeluaran bahan bakar di tengah kondisi ekonomi yang dianggap semakin menekan.

Baca Juga :  Pelayanan Rumah Sakit di Mandailing Natal Dikeluhkan, Kondisi Gedung dan Fasilitas Jadi Sorotan

Dalam wawancara bersama pewawancara Nadia Hasibuan, warga bernama Andi Nasution (45) mengaku cukup terkejut dengan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, walaupun selisih kenaikannya tidak terlalu jauh, dampaknya tetap dirasakan masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja. “Sekarang semua kebutuhan terasa ikut naik. Jadi masyarakat pasti tetap memikirkan pengeluaran BBM,” ujarnya saat ditemui di salah satu SPBU di Mandailing Natal.

Hal serupa juga disampaikan Rina Lubis (21), seorang mahasiswa yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk berkuliah. Kepada pewawancara Nadia Hasibuan, ia mengatakan bahwa masyarakat kini mulai lebih sering memantau perkembangan harga BBM karena khawatir kondisi akan terus berubah. “Sekarang orang-orang jadi lebih waspada. Banyak yang takut harga naik lagi atau stok berkurang karena pembeli makin ramai,” katanya.

Baca Juga :  Ramai Tak Terbendung! Depan RSU Mandailing Natal Jadi Titik Ekonomi Baru, Pedagang Panen Pembeli

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini terjadi pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari penyesuaian harga minyak dunia dan kebijakan perusahaan penyedia BBM. Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai berupaya lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dan mengatur pengeluaran harian agar kebutuhan lain tetap terpenuhi dengan baik.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap kebijakan terkait harga BBM dapat tetap mempertimbangkan keadaan ekonomi warga. Selain itu, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa penggunaan energi secara hemat dan bijaksana semakin penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati
Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga
Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan
Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda
Pelayanan Rumah Sakit di Mandailing Natal Dikeluhkan, Kondisi Gedung dan Fasilitas Jadi Sorotan
Parkir Berbayar di Area Masjid Picu Dilema Sosial, Hasil Penelusuran Ungkap Tujuan Sebenarnya di Masjid Nur Ala Nur Panyabungan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:41 WIB

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:12 WIB

Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:49 WIB

Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:00 WIB

Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda

Berita Terbaru