Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bonandolok, Siabu, 10 Mei 2026 -Tradisi makan bersama usai panen padi kembali digelar masyarakat Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus ruang mempererat hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan modern yang dinilai semakin individualis.

Sejak pagi, warga mulai berkumpul di sekitar masjid desa untuk melaksanakan penyembelihan seekor lembu yang nantinya dimasak bersama. Proses memasak dilakukan secara gotong royong oleh kaum laki-laki di lapangan depan masjid, sementara kaum perempuan dari setiap rumah turut membantu dengan membawa berbagai bahan masakan seperti cabai, serai, santan kelapa, beras, dan aneka bumbu dapur lainnya. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana hangat yang jarang ditemukan di tengah kesibukan masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Minimarket Besar Kok Kehabisan Kantong plastik belanja? Indomaret Aek Lapan Dikeluhkan Pelanggan

Tradisi tahunan itu juga memperlihatkan kuatnya nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat desa. Warga saling membantu tanpa memandang usia maupun latar belakang keluarga. Setelah masakan selesai sekitar pukul 13.00 WIB, masyarakat mulai datang membawa wadah dari rumah masing-masing untuk mengambil bagian daging yang telah dimasak bersama.

Menjelang siang, lapangan masjid dipenuhi warga yang membawa nasi dan tikar untuk makan bersama. Tradisi tersebut dilakukan berdasarkan kelompok marga, seperti Lubis, Nasution, dan Hasibuan. Masing-masing marga berkumpul di tempat yang telah ditentukan, mulai dari lapangan masjid, sekolah Arab, hingga halaman sekolah dasar desa. Suasana sederhana itu justru menjadi simbol eratnya hubungan kekeluargaan yang masih terjaga di Bonandolok.

Baca Juga :  Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan

Salah satu pengurus kegiatan, Sulhan Lubis (47), mengatakan tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dipertahankan hingga sekarang. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi cara masyarakat menjaga silaturahmi dan kekompakan setelah musim panen selesai. Semua warga ikut berpartisipasi, mulai dari menyiapkan bahan masakan sampai makan bersama,” ujar Sulhan saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Melihat tradisi syukuran panen seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan gotong royong masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman. Kegiatan tersebut tidak hanya menjaga budaya masyarakat, tetapi juga mengajarkan generasi muda untuk tetap peduli terhadap lingkungan sosial dan menghargai nilai persaudaraan yang telah diwariskan oleh para orang tua di desa.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan
Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga
Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan
Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda
Pelayanan Rumah Sakit di Mandailing Natal Dikeluhkan, Kondisi Gedung dan Fasilitas Jadi Sorotan
Parkir Berbayar di Area Masjid Picu Dilema Sosial, Hasil Penelusuran Ungkap Tujuan Sebenarnya di Masjid Nur Ala Nur Panyabungan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:41 WIB

Tradisi Syukuran Hasil Panen di Bonandolok, Jadi Bukti Gotong Royong Belum Mati

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:12 WIB

Harga Pertamax Naik, Warga Mandailing Natal Mulai Panik Isi BBM, Penjual Eceran Ikut Kewalahan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:49 WIB

Usai Maghrib, Ledakan Gas Hanguskan Tiga Rumah Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pasar Ramai, Sampah Tak Terkendali: Warga Soroti Kebersihan Panyabungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:00 WIB

Haru dan Bangga, 342 Jamaah Haji Madina 2026 Dilepas, Remaja 17 Tahun Jadi Jamaah Termuda

Berita Terbaru