Hutarimbaru, 8 Juni 2026 – Harga gas elpiji 3 kilogram di Desa Hutarimbaru mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Jika sebelumnya gas elpiji dijual dengan harga sekitar Rp20.000 per tabung, kini harganya naik menjadi Rp27.000 per tabung. Kenaikan tersebut membuat sebagian warga merasa resah karena menambah beban pengeluaran sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Hutarimbaru, Asiah (45), mengaku keberatan dengan kenaikan harga gas tersebut. Menurutnya, gas elpiji merupakan kebutuhan utama yang digunakan setiap hari untuk memasak.
“Biasanya saya membeli gas seharga Rp20.000 per tabung, tetapi sekarang sudah mencapai Rp27.000. Kenaikan ini cukup terasa karena kebutuhan rumah tangga lainnya juga ikut naik,” ujar Asiah saat diwawancarai, Selasa (8/6/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Derma (52), seorang pedagang makanan di desa tersebut. Ia mengatakan bahwa kenaikan harga gas berdampak langsung pada biaya operasional usahanya.
“Setiap hari saya menggunakan gas untuk memasak dagangan. Ketika harga gas naik, modal usaha juga bertambah. Jika harga makanan dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Namun jika tidak dinaikkan, keuntungan menjadi lebih sedikit,” jelas Derma.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji agar harga tetap stabil dan terjangkau. Mereka juga berharap pasokan gas tetap tersedia sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkannya.
Kenaikan harga gas elpiji ini menjadi perhatian masyarakat Desa Hutarimbaru karena berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil. Warga berharap ada solusi yang dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.








