Panyabungan, 08 Juni 2026 – Profesi tukang becak masih menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal. Namun, di tengah perkembangan transportasi dan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, para tukang becak mulai merasakan penurunan jumlah penumpang yang berdampak pada pendapatan mereka sehari-hari.
Salah seorang tukang becak yang ditemui di kawasan Pasar Baru, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yaitu Sar’an (40), mengaku telah menjalani profesi tersebut selama enam tahun. Selama bekerja sebagai tukang becak, ia merasakan perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam jumlah penumpang yang menggunakan jasanya.
Menurut Sar’an, jumlah penumpang yang diperolehnya setiap hari tidak menentu. Terkadang ia mendapatkan banyak penumpang dalam sehari, tetapi pada waktu tertentu ia juga harus menunggu lama tanpa memperoleh penumpang sama sekali. Kondisi tersebut membuat pendapatannya sulit diprediksi dari hari ke hari.
“Kalau sekarang penumpangnya menurun. Tidak seperti tahun lalu yang masih lebih ramai,” ujar Sar’an saat diwawancarai di Pasar Baru Panyabungan.
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab berkurangnya penumpang adalah semakin banyaknya tukang becak yang beroperasi di kawasan pasar. Selain itu, masyarakat kini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil untuk beraktivitas sehari-hari sehingga kebutuhan terhadap jasa becak menjadi berkurang.
Dari segi pendapatan, Sar’an mengatakan bahwa penghasilannya sangat bergantung pada kondisi pasar dan jumlah pengunjung. Pada hari-hari besar atau saat aktivitas jual beli meningkat, ia bisa memperoleh pendapatan yang cukup besar. Namun pada hari biasa, penghasilannya jauh lebih rendah.
“Kalau hari besar bisa hampir satu juta rupiah, tetapi kadang hanya sekitar dua ratus ribuan,” katanya.
Sar’an mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya saat ini adalah persaingan dengan sesama tukang becak yang jumlahnya semakin banyak. Meskipun demikian, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun karena profesi tersebut telah menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan keluarganya.
Kondisi yang dialami Sar’an menunjukkan bahwa perkembangan transportasi dan perubahan gaya hidup masyarakat turut memengaruhi keberlangsungan profesi tukang becak. Meski menghadapi berbagai tantangan, para tukang becak tetap berharap aktivitas ekonomi di kawasan pasar terus meningkat sehingga peluang mendapatkan penumpang menjadi lebih baik di masa mendatang.








