Terjepit di Tengah Modernisasi, Tukang Becak Berjuang Menghidupi Keluarga

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panyabungan, 08 Juni 2026 – Profesi tukang becak masih menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal. Namun, di tengah perkembangan transportasi dan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, para tukang becak mulai merasakan penurunan jumlah penumpang yang berdampak pada pendapatan mereka sehari-hari.

Salah seorang tukang becak yang ditemui di kawasan Pasar Baru, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yaitu Sar’an (40), mengaku telah menjalani profesi tersebut selama enam tahun. Selama bekerja sebagai tukang becak, ia merasakan perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam jumlah penumpang yang menggunakan jasanya.

Menurut Sar’an, jumlah penumpang yang diperolehnya setiap hari tidak menentu. Terkadang ia mendapatkan banyak penumpang dalam sehari, tetapi pada waktu tertentu ia juga harus menunggu lama tanpa memperoleh penumpang sama sekali. Kondisi tersebut membuat pendapatannya sulit diprediksi dari hari ke hari.

Baca Juga :  Terungkap! 7 Kg Ganja Ditemukan Saat Penggerebekan Tengah Malam di Darussalam

“Kalau sekarang penumpangnya menurun. Tidak seperti tahun lalu yang masih lebih ramai,” ujar Sar’an saat diwawancarai di Pasar Baru Panyabungan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab berkurangnya penumpang adalah semakin banyaknya tukang becak yang beroperasi di kawasan pasar. Selain itu, masyarakat kini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil untuk beraktivitas sehari-hari sehingga kebutuhan terhadap jasa becak menjadi berkurang.
Dari segi pendapatan, Sar’an mengatakan bahwa penghasilannya sangat bergantung pada kondisi pasar dan jumlah pengunjung. Pada hari-hari besar atau saat aktivitas jual beli meningkat, ia bisa memperoleh pendapatan yang cukup besar. Namun pada hari biasa, penghasilannya jauh lebih rendah.

Baca Juga :  Razia Ketertiban Mengganas, Pedagang Kecil Jadi Korban Kebijakan

“Kalau hari besar bisa hampir satu juta rupiah, tetapi kadang hanya sekitar dua ratus ribuan,” katanya.

Sar’an mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya saat ini adalah persaingan dengan sesama tukang becak yang jumlahnya semakin banyak. Meskipun demikian, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun karena profesi tersebut telah menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan keluarganya.

Kondisi yang dialami Sar’an menunjukkan bahwa perkembangan transportasi dan perubahan gaya hidup masyarakat turut memengaruhi keberlangsungan profesi tukang becak. Meski menghadapi berbagai tantangan, para tukang becak tetap berharap aktivitas ekonomi di kawasan pasar terus meningkat sehingga peluang mendapatkan penumpang menjadi lebih baik di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapak Pedagang di Geser ke Bagian Depan Pasar ,Akses Belanja Jadi Lebih Mudah
Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru
Harga Sembako dan Jajanan Naik, Warga Keluhkan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi
Kelangkaan Solar Kembali Terjadi, Warga Keluhkan Antrean Panjang di SPBU
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Minyak dan Tepung Meroket, Warung Sembako Mulai Sepi Pembeli
Minimarket Besar Kok Kehabisan Kantong plastik belanja? Indomaret Aek Lapan Dikeluhkan Pelanggan
Kantong Plastik Jadi Barang Mewah, Pedagang Pasar Mulai Tertekan
Akses Kesehatan Terhambat, Warga Tercekik Biaya: RSU Mandailing Natal Terasa ‘Jauh’ di Tengah Janji Pelayanan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:01 WIB

Lapak Pedagang di Geser ke Bagian Depan Pasar ,Akses Belanja Jadi Lebih Mudah

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harga Sembako dan Jajanan Naik, Warga Keluhkan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 17:37 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Minyak dan Tepung Meroket, Warung Sembako Mulai Sepi Pembeli

Senin, 8 Juni 2026 - 17:11 WIB

Terjepit di Tengah Modernisasi, Tukang Becak Berjuang Menghidupi Keluarga

Berita Terbaru

Bisnis

Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:13 WIB