Kelangkaan Solar Kembali Terjadi, Warga Keluhkan Antrean Panjang di SPBU

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar kembali terjadi dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama para pengemudi kendaraan umum dan pelaku usaha transportasi. Sejumlah SPBU dilaporkan mengalami antrean panjang hingga berjam-jam, bahkan tidak sedikit kendaraan yang harus pulang tanpa mendapatkan bahan bakar.

Kondisi ini diduga terjadi akibat keterbatasan kuota distribusi serta meningkatnya kebutuhan solar di lapangan, terutama untuk sektor transportasi dan logistik. Selain itu, adanya dugaan penyaluran yang tidak tepat sasaran juga memperparah situasi kelangkaan di beberapa titik distribusi.

Baca Juga :  Alun-Alun Panyabungan Diserbu UKM, Berkah Rezeki atau Awal Masalah Baru?

Salah satu warga yang merupakan sopir truk dengan inisial R.A mengatakan bahwa kondisi ini sudah sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. “Kami harus antre dari pagi, tapi sering kali solar sudah habis sebelum giliran kami tiba,” ujarnya saat diwawancarai. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera menambah pasokan serta memperketat pengawasan distribusi.

Sementara itu, seorang pengelola SPBU berinisial S.T menjelaskan bahwa pihaknya hanya menyalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan. “Kami tidak bisa menambah stok sendiri. Kalau kuota habis, kami harus menunggu pengiriman berikutnya,” katanya.

Baca Juga :  Ruko Mahal: Pedagang Pasar Baru Panyabungan Merasa “Dikorbankan”

Kelangkaan solar ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional transportasi, keterlambatan distribusi barang, serta menurunnya pendapatan para sopir dan pelaku usaha kecil. Situasi ini juga memicu keluhan dari berbagai kalangan masyarakat yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah strategis, seperti penambahan kuota, pengawasan distribusi yang lebih ketat, serta penindakan terhadap penyalahgunaan solar bersubsidi agar kelangkaan tidak terus berulang.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapak Pedagang di Geser ke Bagian Depan Pasar ,Akses Belanja Jadi Lebih Mudah
Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru
Harga Sembako dan Jajanan Naik, Warga Keluhkan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Minyak dan Tepung Meroket, Warung Sembako Mulai Sepi Pembeli
Terjepit di Tengah Modernisasi, Tukang Becak Berjuang Menghidupi Keluarga
Minimarket Besar Kok Kehabisan Kantong plastik belanja? Indomaret Aek Lapan Dikeluhkan Pelanggan
Kantong Plastik Jadi Barang Mewah, Pedagang Pasar Mulai Tertekan
Akses Kesehatan Terhambat, Warga Tercekik Biaya: RSU Mandailing Natal Terasa ‘Jauh’ di Tengah Janji Pelayanan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:01 WIB

Lapak Pedagang di Geser ke Bagian Depan Pasar ,Akses Belanja Jadi Lebih Mudah

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harga Sembako dan Jajanan Naik, Warga Keluhkan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:09 WIB

Kelangkaan Solar Kembali Terjadi, Warga Keluhkan Antrean Panjang di SPBU

Senin, 8 Juni 2026 - 17:37 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Minyak dan Tepung Meroket, Warung Sembako Mulai Sepi Pembeli

Berita Terbaru

Bisnis

Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:13 WIB