Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Minyak dan Tepung Meroket, Warung Sembako Mulai Sepi Pembeli

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panyabungan, 8 Juni 2026 – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dikabarkan menyentuh angka Rp18.000 per dolar mulai memberikan dampak terhadap sektor usaha kecil. Salah satu yang merasakan langsung kondisi tersebut adalah para pemilik warung sembako yang harus menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok sekaligus menurunnya daya beli masyarakat.

Asianti Aisyah (30), pemilik warung sembako, mengatakan bahwa beberapa bahan kebutuhan dapur mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, harga minyak goreng dan tepung terigu menjadi komoditas yang paling terasa perubahannya dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Harga minyak goreng yang sebelumnya masih berkisar Rp17.000 sampai Rp18.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram. Tepung juga ikut naik dibanding sebelumnya,” ujar Asianti saat diwawancarai.

Baca Juga :  Ramai Tak Terbendung! Depan RSU Mandailing Natal Jadi Titik Ekonomi Baru, Pedagang Panen Pembeli

Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi aktivitas jual beli di warung miliknya. Asianti mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan yang datang mulai berkurang karena banyak masyarakat yang lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

menilai kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa perubahan nilai tukar rupiah tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh pedagang kecil dan masyarakat sehari-hari. “Pembeli sekarang agak berkurang. Banyak yang mengeluhkan harga yang semakin mahal. Ada juga pelanggan yang biasanya membeli minyak goreng untuk dijual kembali, tetapi sekarang jumlah pembeliannya ikut berkurang,”,” katanya.

Baca Juga :  Terjepit di Tengah Modernisasi, Tukang Becak Berjuang Menghidupi Keluarga

Meski demikian, Asianti menyebut bahwa harga beras hingga saat ini masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan yang signifikan. Ia berharap kondisi ekonomi dapat segera membaik sehingga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Harapan tersebut juga menjadi harapan banyak keluarga yang berusaha menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga di tengah situasi ekonomi yang terus berubah.

Follow WhatsApp Channel risalahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapak Pedagang di Geser ke Bagian Depan Pasar ,Akses Belanja Jadi Lebih Mudah
Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru
Harga Sembako dan Jajanan Naik, Warga Keluhkan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi
Kelangkaan Solar Kembali Terjadi, Warga Keluhkan Antrean Panjang di SPBU
Terjepit di Tengah Modernisasi, Tukang Becak Berjuang Menghidupi Keluarga
Minimarket Besar Kok Kehabisan Kantong plastik belanja? Indomaret Aek Lapan Dikeluhkan Pelanggan
Kantong Plastik Jadi Barang Mewah, Pedagang Pasar Mulai Tertekan
Akses Kesehatan Terhambat, Warga Tercekik Biaya: RSU Mandailing Natal Terasa ‘Jauh’ di Tengah Janji Pelayanan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:01 WIB

Lapak Pedagang di Geser ke Bagian Depan Pasar ,Akses Belanja Jadi Lebih Mudah

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harga Sembako dan Jajanan Naik, Warga Keluhkan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 17:37 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Harga Minyak dan Tepung Meroket, Warung Sembako Mulai Sepi Pembeli

Senin, 8 Juni 2026 - 17:11 WIB

Terjepit di Tengah Modernisasi, Tukang Becak Berjuang Menghidupi Keluarga

Berita Terbaru

Bisnis

Kenaikan Harga Gas Elpiji Resahkan Warga Desa Hutarimbaru

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:13 WIB