Panyabungan, 8 Juni 2026 – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dikabarkan menyentuh angka Rp18.000 per dolar mulai memberikan dampak terhadap sektor usaha kecil. Salah satu yang merasakan langsung kondisi tersebut adalah para pemilik warung sembako yang harus menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok sekaligus menurunnya daya beli masyarakat.
Asianti Aisyah (30), pemilik warung sembako, mengatakan bahwa beberapa bahan kebutuhan dapur mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, harga minyak goreng dan tepung terigu menjadi komoditas yang paling terasa perubahannya dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Harga minyak goreng yang sebelumnya masih berkisar Rp17.000 sampai Rp18.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram. Tepung juga ikut naik dibanding sebelumnya,” ujar Asianti saat diwawancarai.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi aktivitas jual beli di warung miliknya. Asianti mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan yang datang mulai berkurang karena banyak masyarakat yang lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
menilai kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa perubahan nilai tukar rupiah tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh pedagang kecil dan masyarakat sehari-hari. “Pembeli sekarang agak berkurang. Banyak yang mengeluhkan harga yang semakin mahal. Ada juga pelanggan yang biasanya membeli minyak goreng untuk dijual kembali, tetapi sekarang jumlah pembeliannya ikut berkurang,”,” katanya.
Meski demikian, Asianti menyebut bahwa harga beras hingga saat ini masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan yang signifikan. Ia berharap kondisi ekonomi dapat segera membaik sehingga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Harapan tersebut juga menjadi harapan banyak keluarga yang berusaha menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga di tengah situasi ekonomi yang terus berubah.








